Rabu, 03 Oktober 2012

siklus akuntansi


Siklus Akuntansi
Secara berurutan siklus akuntansi meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Mendokumentasikan transaksi keuangan dalam Bukti Transaksi dan melakukan Analisis Transaksi keuangan tersebut.
2. Mencatat transaksi keuangan dalam Buku Jurnal. Tahapan ini disebut
menjurnal.
3. Meringkas dalam Buku Besar, transaksi-transaksi keuangan yang sudah dijurnal. Tahapan ini disebut posting atau mengakunkan.
4. Menentukan saldo-saldo buku besar di akhir periode dan menuangkannya dalam Neraca  Saldo.
5. Menyesuaikan buku besar berdasar pada informasi yang paling up-to-date    (mutakhir)
6. Menentukan saldo-saldo buku besar setelah penyesuaian dan menuangkannya dalam Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)
7. Menyusun Laporan Keuangan berdasar pada NSSP
8. Menutup buku besar
9. Menentukan saldo-saldo buku besar dan menuangkannya dalam Neraca Saldo Setelah Tutup Buku.

Kertas Kerja (Worksheet) / Neraca Lajur
Setiap akhir periode (akhir tahun) perusahaan wajib menyusun laporan keuangan, sekurang-kurangnya laporan laba-rugi dan neraca. Untuk mengikhtisarkan semua data akuntansi diperlukan alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan yaitu  kertas kerja (Worksheet).Kertas kerja merupakan suatu lembaran berlajur yang dirancang untuk mengikhtisarkan semua data akuntansi sehingga memberikan gambaran tentang laba-rugi perusahaan serta saldo harta, utang dan modal perusahaan.

Bentuk Kertas Kerja
Bentuk kertas kerja disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan , ada yang jumlah kolomnya hanya 6 buah. Bentuk  kertas kerja 6 kolom ini digunakan oleh perusahaan yang tidak mempunyai data penyesuaian. Bentuk yang lainnya jumlah kokomnya ada 8, 10, 12 kolom dan seterusnya.Menyusun kertas kerja tanpa ayat penyesuaian lebih mudah dan sederhana bila dibandingkan dengan kertas kerja yang disertai ayat penyesuaian.Karena saldo akun (Neraca Saldo) telah mencerminkan jumlah yang sebenarnya.


Jurnal Penutup(Menutup akun2 pendapatan dan beban)
Akun pendapatan dan beban merupakan akun nominal atau akun sementara yang dibuka untuk menghitung laba/rugi perusahaan selama satu periode.Akhirnya saldo laba/rugi dipindahkan (ditutup) ke akun modal, sehingga akun sementara itu bersaldo nol. Begitu juga dengan akun prive merupakan akun sementara yang digunakan untuk menampung (mencatat) penarikan modal selama satu periode akuntansi.Saldo prive ini juga dipindahkan (ditutup) ke akun modal. Proses pemindahan akun sementara ke akun modal dicatat dalam jurnal umum yang disebut dengan jurnal penutup. Setelah selesai jurnal penutup kemudian diposting (dipindahbukukan) ke dalam buku besar yang sesuai. Sehingga akun buku besar nominal akan benar-benar bersaldo nol.
Jadi jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal.Dengan demikian fungsi jurnal penutup adalah:
a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
b. Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.
c. Menghitung modal akhir periode.

Akun yangperlu ditutup
a. Menutup Akun Pendapatan (bersaldo kredit)
Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka akun Pendapatan dicatat sebagai berikut:
Pendapatan Jasa                                              xxxx
Ikhtisar Laba/Rugi                                                      xxxx

b. Menutup Akun Beban (bersaldo debet)
Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka dicatat sebagai berikut:
Ikhtisar Laba/Rugi                                          xxxx
Beban                                                                          xxxx
c. MenutupAkun Ikhtisar Laba/Rugi atau Saldo Laba/Saldo Rugi
Bila diketahui ada saldo rugi, maka dicatat sebagai berikut:
Modal                                                              xxxx
Saldo Rugi                                                                  xxxx

Sebaliknya bila diketahui terdapat saldo laba, maka dicatat:
Saldo Laba                                                      xxxx
Modal                                                                          xxxx
d. Menutup Akun Prive (bersaldo debet)
Akun Prive ditutup ke akun Modal dan dicatat sebagai berikut:
Modal                                                              xxxx
Prive                                                                            xxxx
Berikut ini dapat Anda perhatikan contoh menutup buku besar dari data yang diambil dari perusahaan jasa “Ryan Service” per 31 Desember 1999.


Neraca Saldo Setelah Penutupan
Neraca Saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang disusun setelah akun nominal atau akun sementara ditutup atau di-nol-kan saldonya dengan cara membuat jurnal penutup.
Jadi Neraca Saldo setelah penutupan berisi akun-akun riil saja, (harta, utang dan modal). Yang berguna untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debet dengan kredit akun akun buku besar setelah dilakukan penutupan. Neraca Saldo setelah penutupan ini juga diperlukan sebelum proses akuntansi periode berikutnya.Isi Neraca Saldo setelah penutupan adalah akun riil, yaitu akun yang saldonya terbawa dari periode ke periode akuntansi berikutnya.Mengapa akun nominal (pendapatan dan beban) tidak dimasukkan ke dalam Neraca Saldo setelah penutupan?Akun tersebut tidak dicatat karena sebelumnya saldonya telah di-nol-kan (ditutup) dengan bantuan jurnal penutup yang telah dikerjakan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut